WALIKOTA KUPANG PERINTAHKAN PERCEPAT PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19

20

Kupang, CNNews.Id-Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH memerintahkan agar penanganan masalah pandemi Covid-19 di kota Kupang dilaksanakan secara cepat salah satunya dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada warga Kota Kupang.

Demikian disampaikan Walikota Kupang didampingi wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man dalam rapat bersama sejumlah pejabat dan OPD terkait lingkup kota Kupang, terkait penanganan Covid-19 di Kota Kupang, yang diadakan di ruang rapat Garuda, kantor Walikota Kupang, Senin (05/07/21).

Walikota Kupang dalam rapat tersebut meminta Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk segera menyiapkan dosis vaksin Covid-19 dalam jumlah yang banyak dan membagikan obat-obatan bagi para pasien terkontaminasi Covid-19 yang sedang isolasi mandiri dirumah.

Selain itu, Walikota juga menginstruksikan Dinas Sosial kota Kupang untuk segera menyiapkan bantuan Sembako bagi warga kurang mampu yang terpapar Covid-19 dan harus karantina mandiri dirumah.

Walikota Kupang juga menegaskan agar pelayanan rapid test antigen dan tes Covid-19 lainnya dipusatkan di tempat yang profesional dan terpercaya agar terhindar dari kecurangan maupun penipuan.

“Untuk pelayanan rapid test antigen atau tes Covid-19 lainnya akan dipusatkan di beberapa tempat yang profesional dan terpercaya agar tidak ada kecurangan maupun penipuan seperti yang sudah pernah terjadi”,tegas Jefri.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah kota Kupang akan memberikan sanksi kepada warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan khususnya di ruang-ruang publik.

Dalam rapat tersebut, Walikota yang dikenal dengan Jeriko itu juga menegaskan, agar para lurah melibatkan seluruh aparat LPM dan RT RW dalam mengajak warga yang belum divaksin Covid-19 untuk segera melakukan vaksin.

Ia juga menyampaikan bahwa kedepan bagi masyarakat kota Kupang yang ingin melakukan pengurusan administrasi maupun ijin baik di kantor Kelurahan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang dan Dinas terkait lainnya wajib menunjukkan kartu Vaksin.

Sementara itu, Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man dalam kesempatan yang sama mengatakan, terjadi penambahan kasus Covid-19 di bulan Juni atau minggu ke-20 dalam tahun ini dikarenakan masyarakat menganggap vaksinasi sebagai obat Covid-19.

Selain itu, lanjutnya, penambahan ini disebabkan oleh kendornya protokol kesehatan dalam beraktivitas dan dibukanya pintu-pintu transportasi luar negeri sehingga varian terbaru delta berpeluang masuk wilayah Kota Kupang.

“Penambahan dalam satu hari sebanyak 121 orang dan yang dirawat sebanyak 119 orang. Kasus kematian dari 133 orang dan dalam tempo waktu 2 minggu naik menjadi 148 orang atau 13 orang dalam 2 minggu”, ujar Herman Man.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan data Bed Occupancy Rate (BOR) atau Keterisian Tempat Tidur di RSUD Prof. W. Z.Johannes Kupang, RSUD S. K. Lerik, dan RS Bhayangkara Tk. III Kupang, tempat tidur yang tersedia bagi pasien covid-19 hanya di RSUD S. K. Lerik sedangkan dua rumah sakit lainnya sudah hampir penuh.

Lebih lanjut Wakil Walikota juga menginstruksikan kepada para kepala puskesmas agar mengusahakan 50-100 orang divaksin per hari. Jika memungkinkan lanjut Herman, diusahakan agar setiap kelurahan tersedia tempat untuk vaksin.

Ia juga berharap pada bulan Juli ini persentase vaksinasi sudah naik mencapai angka 60% -70% sehingga bulan pada bulan Agustus – September tersisa 30%.

Wakil Walikota juga menjelaskan mengenai Surat Edaran Nomor : 041/HK.443.1/VII/2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Kota Kupang untuk pengendalian penyebaran Covid-19 yang dikeluarkan pada Senin (05/07/21).

Poin-poin dari surat edaran tersebut antara lain kegiatan supermarket, minimarket, toko kelontong, toko swalayan dan sejenisnya beroperasi maksimal 50% dan buka sampai dengan jam 8 malam. Sedangkan Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall ditutup sementara sampai dengan tanggal 21 Juli 2021.

Lebih lanjut kegiatan pasar tradisional dan sejenisnya beroperasi sampai dengan jam 8 malam. Kegiatan restoran/rumah makan/warung makan/cafe/lapak jajanan dan sejenisnya buka sampai dengan jam 8 malam dengan membatasi pelayanan makan/minum ditempat maksimal 25% atau lebih banyak diarahkan take away atau delivery online. Selain itu, kegiatan pemberkatan/akad nikah ditiadakan selama pemberlakuan PPKM tersebut.

Wakil Walikota juga menyampaikan bahwa, terdapat surat edaran PPKM darurat lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tercantum dalam Instruksi MENDAGRI tentang PPKM Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali yang akan diterapkan di Kota Kupang.

Dikatakan bahwa ASN dibagi dalam 3 jenis pelayanan publik. Yang pertama yaitu non esensial atau kontak dengan publik dalam jumlah sedikit sehingga yang melaksanakan work from office (WFO) sebesar 25% dan work from home (WFH) sebesar 75% contohnya Inspektorat, Sekretariat DPRD, Balitbangda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Kedua, esensial atau sering kontak dengan publik sehingga yang melaksanakan WFO sebanyak 50% dan WFH sebanyak 50% contohnya BKAD, Diskominfo, Dinas PTSP, Dinas Sosial, Badan Kesbangpol, Dinas Koperasi, BAPPEDA, dan Dinas Dukcapil, dan yang ketiga, kategori kritikal atau yang selalu kontak dengan publik sehingga 100% WFO dan WFH ditiadakan contohnya Rumah Sakit dan Puskesmas.

Pengecualian untuk Kepala Dinas maupun Kepala Bagian Sekretariat Daerah wajib melaksanakan WFO.

Herman Man juga mengatakan, bahwa ia sudah berkomunikasi dengan Kapolres Kupang Kota, terkait upaya penanaganan COVID-19 di kota Kupang.

“Saya berbicara dengan Kapolres Kupang Kota dan beliau sampaikan bahwa kalau bisa ada posko kamling di setiap RT/RW. Perannyaadalah untuk mengawasi kasus positif Covid-19 yang sedang isolasi mandiri dirumah”, beber Herman.

Kalau bisa lanjutnya, kita siapkan fasilitas untuk tempat isolasi mandiri, dikarenakan apabila isolasi sendiri dirumah, pasien akan susah mencari makan.

Ia juga memberikan peringatan kepada setiap OPD untuk tidak menyelenggarakan acara kedinasan atau mengumpulkan publik dan ASN yang melebihi batas protokol kesehatan.

Setiap pimpinan OPD diwajibkan membuat aturan dan sanksi pelaksanaan WFH dan WFO. ASN diminta menjadi contoh dalam pelaksanaan protokol Kesehatan 5M yaitu memakai masker sesuai standar kesehatan dengan benar, mencuci tangan dengan sabun/sanitizer, menjaga jarak aman/hindari kontak fisik, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas/perjalanan yang tidak perlu.

Diakhir rapat, Wakil Walikota Kupang meminta para lurah memastikan warganya yang sedang isolasi mandiri mendapatkan 5 macam obat yaitu Vitamin C, Vitamin D, Zinc, Anti Virus Oseltamivir, dan antibiotik Azithromycin.

Ia juga menyampaikan bahwa manfaat vaksin yaitu pertama, vaksin sebagai perlindungan bagi diri sendiri; kedua, bagi yang sudah divaksin 2 kali apabila terpapar Covid-19 gejalanya akan lebih ringan; dan yang ketiga, vaksin untuk melindungi orang lain.

Berdasarkan rilis yang diterima media, ini rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Derah kota Kupang, Pejabat dan OPD lingkup kota Kupang serta Camat se-kota Kupang, serta di ikuti oleh lurah se-kota Kupang secara daring (cnn/PKP_ain).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here