Pemkot Kupang Gelar Konsultasi Multi Sektoral Terkait PAUD Holistik Integratif

7

Kupang, CNNews.Id– Pemerintah Kota Kupang (Pemkot Kupang) bekerjasama dengan UNICEF dan Pemerintah Jepang, menggelar acara Konsultasi Multi Sektoral terkait Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Kota Kupang , yang diadakan di Hotel Neo Aston, Jumat (5/8/22).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan pendapat, sharing pengalaman terbaik (best practice), serta kendala yang dihadapi dalam melakukan pengembangan PAUD holistik dan integratif di Kota Kupang.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 64 orang yang terdiri dari pengelola PAUD dan Kelompok Bermain di Kota Kupang serta stakeholder terkait yang fokus pada pengembangan PAUD HI di Kota Kupang.

Acara ini dibuka oleh Walikota Kupang, Dr.Jefirtson R. Kore, MM, MH, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Walikota Kupang menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi selama kurang lebih dua tahun terakhir membawa dampak terhadap dunia pendidikan khususnya PAUD dan posyandu dimana operasionalnya tidak berjalan dengan baik.

“Pandemi Covid-19 menyebabkan anak -anak harus belajar secara daring bahkan diliburkan. Situasi ini menyebabkan khususnya anak PAUD tidak bisa mengakses pendidikan secara dini dan tidak bisa mengikuti posyandu yang terintegrasi dengan PAUD,” ujar Walikota.

Walikota Kupang dalam sambutannya juga mengapresiasi UNICEF karena melalui Yayasan Sanggar Suara Perempuan (YSPP) mau berkolaborasi dengan Pemkot Kupang dalam Program pengembangan PAUD secara holistik dan integratif di Kota Kupang.

“Saya memngapresiasi UNICEF bersama lembaga mitra yang mau memberikan perhatian dan bersama-sama dengan Pemkot Kupang untuk meningkatkan akses terhadap perkembangan pengasuhan anak sejak dini dan pendidikan anak sejak dini,” tandasnya.

Walikota Kupang juga menegaskan bahwa, sektor pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam menyambut bonus demografi pada tahun 2030 nanti. Oleh karena itu, pendidikan anak sejak usia dini harus diperhatikan dan dipersiapkan dalam menghadapi peristiwa tersebut agar menghasilkan generasi muda yang unggul dan bisa bersaing.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah NTT dan NTB, Yudhistira Yewangoe dalam sambutannya menyampaikan bahwa, ada beberapa aspek anak usia dini yang terdampak akibat pandemi Covid yaitu aspek mengakses pendidikan sejak dini, akses terhadap layanan kesehatan, serta akses terhadap layanan gizi dan perlindungan.

“UNICEF sebagai lembaga yang fokus pada pemenuhan hak-hak anak bekerja sama dengan pemerintah agar bisa melakukan pengembangan dalam mempermudah akses anak usia dini di bidang pendidikan, layanan kesehatan, gizi dan perlindungan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan PAUD secara holistik dan integratif dapat dijadikan sebagai salah satu strategi dalam rangka mengatasi masalah stunting di indonesia terlebih di Provinsi NTT.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Kepala Balitbangda Kota Kupang, dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memiliki fokus yang sama seperti WVI, PLAN, CIS Timor, Yayasan Tunas Cilik, dan stakeholder terkait lainnya. (cnn/ao)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here