BBKSDA Gerakan Ekonomi NTT Melalui HKAN 2021

31

Kupang, CNNews.Id – Puncak Perayaan HKAN di Kupang diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi NTT yang lesu akibat terpaan virus Corona (Covid-19).

Demikian dikatakan Kepala BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) NTT, Ir. Timbul Batubara, M.Si saat jumpa pers bersama sejumlah wartawan dari berbagai media, baik cetak maupun online, Televisi dan Radio pada Kamis (06/05/21) di halaman Kantor BBKSDA NTT.

“Kita harap dengan ada kegiatan nasional (HKAN 2021, red) di Kupang maka ada perputaran ekonomi di NTT,” ujar Timbul Batubara.

Menurut Timbul, melalui kegiatan nasional yang akan dihadiri Presiden Jokowi tersebut, BBKSDA NTT dan Pemerintah Provinsi NTT akan mempromosi keindahan kekayaan alam serta keragaman dan keunikan budaya. “Pada HKAN tahun ini, akan disatukan dengan Festival Taman nmNasionsl dan Taman Wisata Alam secara online. Secara off line, ada pameran produk ekonomi kreatif masyarakat NTT seperti tenun ikat, kuliner, cindera mata,” papar Timbul.

Hal itu menjadi harapan pihaknya karena dalam rangkaian kegiatan Puncak perayaan HKAN tersebut, pihaknya akan mempromosikan destinasi-destinasi wisata di NTT, baik keindahan alam dan keragaman budaya NTT.

Menurut Kepala BBKDA NTT itu, jumlah tamu yang akan datang ke NTT dapat menggerakkan ekonomi NTT. “Terutama mulai dari sektor penginapan (perhotelan), kuliner dan UMKM yang berhubungan dengan kain adat dan lain-lain seperti: teh kelor, Kopi Flores, wisata Komodo, dll. “Kita menggunakan momentum ini untuk mempromosikan bahan lokal yang ada di sini (di NTT, red). Jadi harapannya dengan kegiatan HKAN, mereka yang datang ke NTT bisa belanja sebulan di NTT,” paparnya.

“Kita ingin tekankan juga bahwa melalui kegiatan ini (HKAN 2021, red), kita ingin menegaskan nilai- nilai yang ada di NTT. Bahwa selain keindahan alamnya yang luar biasa. NTT memiliki budaya yang beragam dan unik,” ungkap Timbul.

Ia menjelaskan, budaya di NTT mendukung konservasi Sumber Daya Alam. “Makanya Pak Dirjen (KSDA, red) mengatakan bahwa kalau mau belajar tentang konservasi alam, datanglah di NTT. Karena budaya di NTT menjaga dan melestarikan alam,” jelas Timbul.

Terkait agenda kegiatan HKAN 2021, Kepala BBKSDA NTT menguraikan ada dua kegiatan besar yakni perayaan HKAN itu sendiri dan yang kedua, yaitu vestifal TN dan TWA. Selanjutnya kegiatan Jambore Konservasi yang diikuti oleh masyarakat, yang akan dibawa oleh Balai Konservasi lain, dari daerah yang lain di Indonesia.

“Nanti akan ada juaranya juga. Di situ ada pengumuman juara lomba video konservasi. Dalam kegiatan tersebut akan ada pameran, ada pengumuman pemenang lomba, pelepasliaran satwa, penanaman pohon, dsb. “Jadi publikasi ke publik juga harus online; TV, Radio, Face book, IG, dan youtobe. Hari puncak perayaan HKAN, kita berharap dihadiri Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo),” tandasnya.

Karena masih pendemi, kata Timbul Batubara, sehingga kegiatannya dilaksanakan secara online dan offline. Sedangkan terkait vestifal, ada Event Organizernya/EOnya sendiri. “Jadi, nanti ada pameran yang berkaitan dengan produk-produk wisata dan itu terhubung dengan international atau go international. Akan terhubung dengan APHI Amerika dan Jepang. Misalkan saat pameran tentang Komodo, secara virtual dilihat oleh Jepang atau Amerika. Apabila menarik, mereka bisa melakukan kontrak terkait wisata Komodo tahun 2022 untuk 500 orang misalkan,” jelasnya lagi.

Jadi, lanjut Timbul Batubara, ini bisa dinamakan business to business. Kita harap dengan adanya vestifal ini, setelah kegiatan HKAN 2021, akan ada sekian MOU (memorandum of understanding) antara Pemda NTT dengan Biro Perjalanan Wisata (Nasional maupun Internasional, red).

Timbul Batubara mengatakan, “Saya merebut HKAN dengan tantangan dan harapan hanya satu tujuan yakni semoga dengan kegiatan HKAN 2021 ini, ekonomi NTT bisa bergerak.

Saya mau omong soal budaya kita disini (di NTT, red). Di sini budayanya masih kuat dan menyatu dengan alam, sehingga bapak Dirjen KSDAE bilang kalau mau belajar konservasi itu, silahkan belajar dari NTT karena nature and culture in harmony (alam dan budayanya harmonis). Saya katakan harmoni antara budaya dan alam, karena tidak ada budaya yang lahir tanpa didukung oleh alam. Tidak ada alam yang lahir dan bertahan tanpa budaya. Kalau budayanya porak-poranda, alamnya pasti porak-poranda.”

Lebih lanjut Kepala BBKDA NTT itu mengingatkan, masyarakat NTT harus bangkit. “Kita harus katakan NTT itu indah, NTT itu luar biasa, karena keyakinan itu akan membentuk mental kita untuk menjadi yang terdepan,” tandasnya.

Dalam kegiatan HKAN yang kita bicarakan itu kelemahan dan kekurangan kita (kekurangan atau kelemahan NTT, red), maka tidak ada artinya HKAN bagi NTT. ‘Kita harus bicara kekuatan dan kelebihan kita (kekuatan dan kehebatan NTT, red). Kita harus menghargai nilai lebih kita, karena disitu energi kita untuk bangkit. Kalau kita katakan NTT Bangkit tanpa tahu kekuatan kita, itu omong kosong. Itu lip service saja,” ujarnya.

Menurut Timbul, pihaknya merasa terbeban pada awal penetapan penyelenggaraan HKAN 2021 di NTT karena pertimbangan situasi Covid-19. Tetapi seiring dengan adanya vaksin, maka diputuskan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). “Jadi saya minta teman- teman (media/pers, red) bantu pantau, kalau ada kegiatan yang gaduh, bisa lapor ke kita (BBKSDA NTT, red),” pintanya. (cnn/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here